Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Memori Menjadi Narasi: Ingatan Kolektif Warga Ciledug Atas Tragedi Penjarahan dan Pembakaran Plaza Ciledug Mei 1998 Dwi Juniardi; Rahayu Hardita Dwi Widyanti; Hendi Irawan
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.12025

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang ingatan kolektif masyarakat Ciledug terkait penjarahan dan pembakaran Plaza Ciledug pada Mei 1998. Metode yang digunakan metode sejarah dengan penedekatan sejarah lisan dibantu teori memori kolektif dari Maurice Halbawcsh sebagai analisa ingatannya. Data didapatkan melalui wawancara sebelas narasumber yang terdiri dari saksi mata dan generasi muda. Hasil penelitian menerangkan terdapat perbedaan ingatan antara generasi yang mengalami langsung dan generasi muda. Cerita lisan menjadi cara utama mewariskan ingatan, dan dampak peristiwa masih dirasakan dalam aspek psikologis, ekonomi, dan sosial
TRAGEDI PEMBAKARAN MALL YOGYA KLENDER PADA KERUSUHAN MEI 1998 : KRONOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KORBAN RAKYAT SIPIL Raihan Savero; Ahmad Kosasih; Hendi Irawan
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peristiwa pembakaran Mall Yogya Klender terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta Timur, serta untuk mengetahui dampak terhadap para korban dan keluarga. Penelitian ini juga melihat bagaimana peristiwa tersebut memengaruhi kehidupan korban, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Metode yang digunakan merupakan sejarah, yang mencakup empat tahapan : heuristik (pengumpulan sumber), kritik (analisis keaslian dan kredibilitas), interpretasi (penafsiran makna historis), dan historiografi (penyusunan narasi sejarah). Sumber yang digunakan meliputi literatur sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah, Serta sumber primer berupa surat kabar sejaman, rekaman video sejaman, dan arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa pembakaran Mall Yogya Klender pada tanggal 15 Mei 1998 merupakan salah satu peristiwa paling tragis dalam rangkaian kerusuhan sosial yang terjadi menjelang runtuhnya Orde Baru. Peristiwa ini menewaskan lebih dari seratus orang, sebagian besar korban terjebak di dalam gedung saat massa menjarah dan membakarnya. Tragedi ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga meninggalkan dampak mendalam secara psikologis dan sosial terhadap keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga mereka secara tiba-tiba dan tragis. Selain itu, peristiwa ini memperlihatkan lemahnya perlindungan negara terhadap warga sipil di tengah situasi krisis, serta menyisakan trauma kolektif yang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat, terutama di Jakarta Timur.