Pegawai perbankan mengambil keputusan keamanan ketika memproses komunikasi digital, transaksi, dan informasi sensitif. Survei serta wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan KCP Bank Mandiri Perak Timur Surabaya mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran kontekstual mengenai phishing, rekayasa sosial, perlindungan kredensial, data pribadi, dan pelaporan insiden. Program pengabdian dilaksanakan pada 25 Mei-5 Juni 2026 dengan rangkaian webinar utama pada 3-4 Juni. Intervensi memadukan asesmen kebutuhan, perancangan kasus yang relevan dengan peran pegawai, penjelasan ringkas, diskusi interaktif, dan refleksi kualitatif. Evaluasi menggunakan observasi proses, pembahasan skenario, serta umpan balik peserta tanpa menghimpun data nasabah atau informasi keamanan internal. Proses pembelajaran dipusatkan pada lima keputusan aman: berhenti sebelum bertindak, memeriksa indikator pesan, memverifikasi melalui saluran resmi, melindungi data dan akses, serta melaporkan indikasi insiden. Diskusi kasus juga menempatkan keamanan siber sebagai tanggung jawab bersama dalam organisasi, bukan hanya urusan unit teknologi informasi. Program menghasilkan kerangka awal respons lima langkah dan matriks kebutuhan-respons untuk pengembangan pelatihan berbasis peran. Luaran tersebut bermakna karena menerjemahkan informasi teknis dan hukum menjadi keputusan yang dekat dengan pekerjaan perbankan. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai retensi dan penerapannya dalam perilaku kerja.
Copyrights © 2026