Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada masyarakat lokal yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan pendidikan formal. Keberadaan pendidikan nonformal menjadi alternatif penting dalam memperluas akses belajar, meningkatkan keterampilan, serta mendorong pembelajaran sepanjang hayat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam berbagai aktivitas pendidikan nonformal di Kelurahan Gunungpati serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas SDM masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap perempuan yang berperan aktif sebagai penggerak pendidikan nonformal, antara lain tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), kader Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta fasilitator pelatihan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran multidimensional, yaitu sebagai edukator, fasilitator pembelajaran, manajer program, sekaligus agen pemberdayaan masyarakat. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik, perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat, serta penguatan budaya belajar sepanjang hayat. Selain itu, keterlibatan aktif perempuan dalam pendidikan nonformal turut mendorong partisipasi masyarakat dan meningkatkan keberlanjutan program pendidikan berbasis komunitas. Artikel ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan nonformal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan SDM di tingkat lokal..
Copyrights © 2026