Latar Belakang: Limbah medis padat bahan berbahaya dan beracun (B3) berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila tidak dikelola sesuai standar. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 di beberapa puskesmas di Kabupaten Pakpak Bharat belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan kebijakan pengelolaan limbah medis padat B3 di Puskesmas Kabupaten Pakpak Bharat berdasarkan komponen input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala puskesmas, kepala kesehatan lingkungan, tenaga kesehatan lingkungan/sanitarian, dan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil: Komponen input telah didukung oleh ketersediaan SDM, sarana prasarana, pendanaan, dan pelatihan. Komponen proses telah dilaksanakan sesuai SOP mulai dari pemilahan hingga pengangkutan oleh pihak ketiga. Komponen output menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat keterbatasan pada beberapa sarana pendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan pengelolaan limbah medis padat B3 di Puskesmas Kabupaten Pakpak Bharat telah berjalan sesuai komponen input, proses, dan output, namun masih diperlukan peningkatan sarana pendukung dan monitoring untuk mengoptimalkan pelaksanaannya.
Copyrights © 2026