Permasalahan genangan air hujan di kawasan perkotaan, khususnya pada kawasan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Makassar, sering terjadi akibat keterbatasan kapasitas drainase dan meningkatnya lahan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit dan volume genangan air hujan serta merencanakan kapasitas kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir lokal. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan dianalisis menggunakan distribusi probabilitas (Gumbel, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III) untuk memperoleh hujan rencana. Selanjutnya, debit banjir dihitung dengan metode rasional berdasarkan koefisien limpasan kawasan. Perencanaan kolam retensi dilakukan dengan memperhitungkan volume tampungan, waktu konsentrasi, kapasitas maksimum kolam, serta efektivitas reduksi genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan KPKNL berpotensi mengalami genangan akibat curah hujan rencana yang melebihi kapasitas saluran drainase eksisting. Perhitungan kapasitas kolam retensi yang direncanakan mampu menampung volume limpasan hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan. Dengan demikian, pembangunan kolam retensi di kawasan KPKNL Makassar dinilai efektif sebagai solusi teknis pengendalian banjir lokal, sekaligus mendukung pengelolaan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026