Jurnal Penelitian Inovatif
Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026

Pengakuan dan Penyangkalan: Stigma dan Diskriminasi Penghayat Kepercayaan dalam Relasi Sosial di Wilayah Solo Raya

Fonita Intan Kumara (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Kania Dini Pratiwi (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Keisya Na’ila Kamilah (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Kevin Avrilsyah Aziz (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Mariana Dinda Saputri (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Miftakhul Jannah (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Muhammad Ibrah Yahya Al Mustaqim (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Nadia Reivani Rosalba (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Nanda Nur Aisyah (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
Theofilus Apolinaris Suryadinata (Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2026

Abstract

Penghayat kepercayaan di Indonesia masih menghadapi stigma dan diskriminasi meskipun telah memperoleh pengakuan hukum melalui Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Presiden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami penghayat kepercayaan dalam relasi sosial di wilayah Solo Raya serta solusi untuk menghadapinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 12 informan yang terdiri dari penghayat kepercayaan dan pemuka agama di Solo Raya, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pattern matching dan explanation building dari Robert K. Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap penghayat kepercayaan muncul dalam bentuk stereotip negatif seperti dianggap dukun, sesat, tidak diakui negara, hingga dikaitkan dengan PKI. Diskriminasi yang dialami meliputi candaan dan ejekan merendahkan, ketidakbebasan menunjukkan identitas secara terbuka, kesulitan administrasi kependudukan, dan keharusan mengikuti pendidikan agama resmi. Penelitian ini menemukan bahwa stigma dan diskriminasi dapat dianalisis melalui integrasi Teori Stigma Erving Goffman (tribal stigma, spoiled identity, discredited/discreditable stigma) dan Teori Prejudice Gordon Allport (skala prasangka). Solusi yang ditemukan mencakup penguatan toleransi sosial dan penegakan hukum yang berpihak pada penghayat kepercayaan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiologi agama dan keberagaman sosial di Indonesia, khususnya dalam memahami dinamika relasi antara kelompok minoritas kepercayaan dan masyarakat mayoritas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jupin

Publisher

Subject

Humanities Education Engineering Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif ...