Ketidakpastian global yang ditandai oleh krisis ekonomi, inflasi, disrupsi teknologi, dan dampak pascapandemi COVID-19 menuntut organisasi memiliki strategi resiliensi yang kuat untuk mempertahankan kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi resiliensi organisasi yang meliputi adaptabilitas, kapasitas pemulihan, dukungan manajemen, dan inovasi berkelanjutan terhadap kinerja organisasi pada karyawan PT XYZ di Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 karyawan yang dipilih melalui purposive sampling dan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda serta Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi strategi resiliensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi, baik secara parsial maupun simultan. Adaptabilitas menjadi variabel paling dominan dengan koefisien beta sebesar 0,412. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,678 menunjukkan bahwa 67,8% variasi kinerja organisasi dapat dijelaskan oleh strategi resiliensi organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kemampuan adaptasi, sistem pemulihan, dukungan manajemen, dan budaya inovasi penting untuk meningkatkan kinerja serta menjaga daya saing organisasi di tengah ketidakpastian global. Kata Kunci: strategi resiliensi organisasi; adaptabilitas; kapasitas pemulihan; dukungan manajemen; inovasi berkelanjutan; kinerja organisasi.
Copyrights © 2026