Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu karakteristik utama Kurikulum Merdeka yang memerlukan informasi mengenai kesiapan belajar dan profil belajar siswa melalui asesmen diagnostik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kompetensi kognitif pada materi operasi bentuk aljabar dan kecenderungan gaya belajar siswa sebagai dasar perancangan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 13 siswa kelas VIII MTs NW Padasuka. Data dikumpulkan melalui tes asesmen diagnostik kognitif dan angket asesmen diagnostik non-kognitif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh persentase tingkat kompetensi kognitif dan kecenderungan gaya belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang mencapai kategori Paham Utuh, sementara 30,77% siswa berada pada kategori Paham Sebagian dan 69,23% siswa berada pada kategori Tidak Paham. Hasil asesmen non-kognitif menunjukkan bahwa 69,23% siswa memiliki kecenderungan gaya belajar visual dan 30,77% siswa memiliki kecenderungan gaya belajar auditori. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menguasai kompetensi prasyarat yang diperlukan untuk mempelajari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) serta memiliki profil belajar yang beragam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan kerangka perancangan pembelajaran berdiferensiasi yang mengintegrasikan informasi mengenai kesiapan belajar dan profil belajar siswa sebagai dasar penentuan diferensiasi konten, proses, dan produk.
Copyrights © 2026