Temperatur oli pelumas yang terlalu tinggi dapat menurunkan viskositas, mempercepat degradasi pelumas, dan mengurangi perlindungan terhadap komponen mesin. Penelitian ini menganalisis kinerja penukar kalor shell and tube mini sebagai sistem pendingin oli pelumas skala laboratorium. Metode penelitian dilakukan melalui perancangan geometri penukar kalor, pengukuran temperatur masuk dan keluar, variasi debit air pendingin, serta perhitungan laju perpindahan panas, LMTD, dan efektivitas. Variasi debit air pendingin yang dianalisis adalah 1,0 sampai 3,0 L/menit. Hasil rancangan menunjukkan bahwa peningkatan debit air pendingin meningkatkan laju perpindahan panas dari 410 W menjadi 750 W. Efektivitas tertinggi sebesar 0,64 diperoleh pada debit 3,0 L/menit, namun peningkatan setelah 2,5 L/menit relatif kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa penukar kalor mini dapat menjadi solusi pendinginan oli pada sistem mesin kecil, terutama jika debit pendingin diatur secara proporsional.
Copyrights © 2024