p-Index From 2021 - 2026
4.023
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TECHNOMA
Sony sukmara
universitas matlaulanwar banten

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERANCANGAN MESIN PERONTOK PADI DENGAN MOTOR LISTRIK 0,25 KW, PUTARAN 2850 RPM Sony sukmara; erik heriyana; moh azizi hakim
TECHNOMA Vol. 1 No. 1 (2021): TEKNOMA VOL 1. NO 1. 2021
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ada saat ini sulitnya merontokan padi di karnakan dengan cara konvensional yang ada pada saat ini yaitu dengan cara manual sangat suit untuk mendapatkan hasil yang optimal,dengan merancang sebuah mesin perontok padi ini di harapkan hasil yang di dapat lebih cepat dan lebih banyak di karnakan dengan adanya mesin ini dapat mempercepat produksi perontok padi tersebut,mesin tersebut akan di aliri motor listri yang sanga besar yang akan menjadikan sebuah putaran mesin rotary per menit RPM yang sangat cepat yang akan menhasilkan hasil yang sangat optima
ANALISIS KARAKTERISASI TITANIUM DIOKSIDE(TiO2) DARI ILMENITE (FeTiO3) DENGAN PELARUTAN 45% ASAM SULFAT (H2SO4) erik heriyana; moh azizi hakim; Sony sukmara
TECHNOMA Vol. 1 No. 1 (2021): TEKNOMA VOL 1. NO 1. 2021
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmenite merupakan unsur terpenting dalam ekstraksi unsur titanium, secara komposisi ilmenite terdiri atas 36,80% Fe, 31,57%Ti, dan 31,63%,O atau 52,66% TiO2dan 47,33% FeO. Batuan maupun pasir ilmenite terbentuk karena kejadian alam, sehingga sering terjadi kerusakan pada susunan kristalnya dan mengakibatkan persentase massa yang ada tidak sama dengan teori.Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dalam laboratorium melalui tahapan-tahapan proses yaitu preparasi pasir besi, benefisasi ilmenit, karkterisasi ilmenit, pelindian pelarutan asam sulfat, penyaringan, pemurnian, karakterisasi dan analisis. Berdasarkan penelitian dan analisis tentang ekstraksi titanium dioksida berbahan baku pasir besi, diperoleh kesimpulan bahwa seiring bertambahnya suhu pemanasan maka semakin besar presentase TiO2 yang dihasilkan. Hasil karakterisasi ini menunjukkan bahwa pada suhu 1000°C menghasilkan nilai yang terbaik yaitu 90.5% asam sulfat.
PERENCANAAN MESIN PENGIRIS KENTANG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 1,2 TON/JAM Ari eko; erik heriyana; Sony sukmara
TECHNOMA Vol. 1 No. 1 (2021): TEKNOMA VOL 1. NO 1. 2021
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan kecil (home industry) yang berkembang di Indonesia pada saat ini masih banyak menggunakan teknologi produksi manual dalam pembuatan keripik kentang. Secara garis besar dapat digambarkan bahwa para pengusaha kecil tersebut mempunyai masalah dengan kapasitas produksi yang terbatas dengan waktu pengerjaan yang relatif panjang dan melibatkan karyawan yang relatif banyak..Bermula dari permasalahan tersebut, maka timbul gagasan untuk membuat suatu alat yang mampu mengiris kentang dengan menggunakan motor sebagai daya penggeraknya.Tujuan dari perencanaan mesin pengiris kentang dengan kapasitas produksi 1,2 Ton/Jam adalah mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.
RANCANG BANGUN RANGKA (CHASIS) MOBIL KAMPUS Ari Eko Prianto; Erik Heriana; Sony Sukmara; Dhimas Satria
TECHNOMA Vol. 3 No. 2 (2022): jurnal tecnoma vol 1 no 2 2022
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia hampir seluruh kendaraan yang ada, masih menggunakan bahan bakar minyak sebagai bahan bakar utamanya. Dari survey California Of University menunjukan, bahwa penggunaan bahan bakar fosil seperti premium, pertamax dan solar sudah mencapai 3 juta kubik per tahun dengan prosentase peningkatan hampir mencapai 20%. Menurut pendapat dari guru besartr Institut Teknologi Surabaya (ITS) Mukhtasor, bahwa pada tahun 2041 nanti bisa diperkirakan bahan bakar minyak akan hilang dari peredaran jika penggunaan bahan bakar ini masih tetap besar Oleh karena itu untuk membatasi penggunaan bahan bakar fosil atau minyak, Menteri Energi Nasional melakukan suatu kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006, dengan salah satu kebijakan utamanya adalah konservasi energi. Pada tahun 2025 nanti, konsumsi energi dari minyak bumi ditargetkan akan turun menjadi kurang dari 20%Kata kunci: rangka,chas
RANCANGAN KAPASITAS BATERAI DAN SISTEM CHARGER PADA MOBIL KAMPUS Erik Heriana; Moh Azizi Hakim; Ari Ekoprianto; Sony Sukmara; Fauzun Abdullah Asuhaimi
TECHNOMA Vol. 3 No. 2 (2022): jurnal tecnoma vol 1 no 2 2022
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin majunya teknologi saat ini memaksa kita harus cerdas dalam mengatasi permasalahan energi. Di tambah lagi sekarang pemerintah menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), hal ini juga yang mempelopori perancangan mobil listrik yang hemat energi dan bebas polusi sehingga dapat menghindari pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara. Energi listrik adalah salah satu energi alternative yang dapat digunkan untuk mengurangi penggunaan bahan minyak bumi atau fosil. Energi listrik sudah tidak asing dalam kehidupan sehari hari, dikarenakan pada saat ini energi listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok pada masyarakat selain kebutuhan sandang, pangan dan papan. kegunaan energi listik yang dapat mengubah energi menjai energi lain (mekanis, panas, cahaya) serta penyaluran yang sangat mudah menjadikan energi listrik menjadi pilihan utama. Mobil listrik merupakan mobil yang digerakan oleh motor DC menggunakan energi yang disimpan didalam baterai. Jenis baterai yang di gunakan dalam percangan mobil listrik ini adalah baterai lithium ion dengan kapasitas 20 Ah 48 V. Penggunaan mobil listrik dirasakan lebih efektif selain tidak menimbulkan polusi, kontruksinya yang tidak terlalu sulit dan juga sebagi kendaraan alternative. Tujuan perancangan mobil listrik dirasa akan lebih efesien untuk meningkatkan kinerja para sivitas akademika, sehingga mendorong untuk melakukan rancangan kendaraan yang ramah lingkungan khusunya di lingkungan Universitas Mathla’ul Anwar Banten.
PERANCANGAN KENDARAAN KAMPUS DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Haryadi; Erik Heriana; Moh Azizi Hakim; Sony Sukmara
TECHNOMA Vol. 3 No. 2 (2022): jurnal tecnoma vol 1 no 2 2022
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya teknologi mobil listrik pada saat ini sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan pengganti mesin berbahan bakar minyak. Penggunaan mobil listrik dirasa efektif selain tidak menimbulkan polusi udara. Mobil listrik yang dirancang adalah jenis kendaraan kampus dengan kapasitas dua penumpang menggunakan motor BLDC (Brushless Direct Curent). Maka penulis akan membahas perancangan kendaraan kampus dengan penggerak motor listrik. Berdasarkan hasil perhitungan gaya-gaya yang bekerja pada kendaraan kampus, diperoleh gaya total sebesar 2.332,961 N, maka dibutuhkan daya maksimum sebesar 18.663,688 Watt. Dengan adanya gigi rasio dari transmisi sebesar 2,83 dan spoket gardan 3,75 maka daya maksimum yang dibutuhkan menjadi 1.758,65 Watt sehingga dapat disimpulkan bahwa: Motor yang dipakai pada perancangan kendaraan kampus adalah motor BLDC dengan adanya tinjauan pustaka sebelumnya motor BLDC lebih efisien dari segi daya, arus dan torsi. Keuntungan tambahan yaitu tidak adanya sikat sehingga mengurangi kerugian akibat gesekan, dan dari hasil menentukan kapasitas motor untuk menggerakan kendaraan kampus dibutuhkan daya 1.758,65 Watt. Maka motor BLDC yang digunakan adalah 2000 Watt.
PERANCANGAN PENGGERAK RODA KENDARAAN JENIS DIFFERENTIAL PADA MOBIL KAMPUS Sony Sukmara; Erik Heriana; Ari Ekoprianto; Moh Azizi Hakim; Sidik Susilo
TECHNOMA Vol. 3 No. 2 (2022): jurnal tecnoma vol 1 no 2 2022
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan penggunaan media dalam pembelajaran sangat bersar pengaruhnya terhadap proses pembelajaran itu sendiri baik media teks, suara,gambar, animasi dan vidio semua memiliki peran masing-masing dalam menunjang proses pembelajaran apalagi dalam pembelajaran yang bersifat kompleks, yang tidak hanya menuntut mahasiswa untuk hanya sekedar tahu tetapimahasiswa dituntut harus dapat memahami, mengaplikasi, dan menganalisi tentang suatu objek yang sedang dipelajari. Agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien maka penggunaan berbagai macam media yang dalam proses pembelajaran sangat diperlukan
RANCANGAN SISTEM PENGEMUDI JENIS RACK AND PINION PADA MOBIL KAMPUS Moh Azizi Hakim; Erik Heriana; Ari Ekoprianto; Sony Sukmara; Liyana Ramli
TECHNOMA Vol. 3 No. 2 (2022): jurnal tecnoma vol 1 no 2 2022
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan manusia pada saat ini banyak mengalami perkembangan, yang salah satunya adalah perkembangan pada bidang otomotif. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan jumlah kendaraan, yang digunakan sebagai sarana penunjang aktifitas kegiatan keseharian.Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan suatu ide, untuk menciptakan kendaraan alternatif sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar minyak, yaitu dengan kendaraan terbarukan yang ramah dengan lingkungan. Untuk wacana kendaraan yang ramah dengan lingkungan tersebut, dapat diterapkan pada kendaraan yang diaplikasikan pada kendaraan sebagai sumber penggerak.
Analisis Simulasi Pengaruh Kecepatan Spindle dan Laju Pemakanan terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Bubut moh azizi Hakim; Erik Heriana; Sony Sukmara; Norhidayu Rameli
TECHNOMA Vol. 4 No. 1 (2023): vol 4 nomor 1 tahun 2023
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses bubut merupakan salah satu proses pemesinan yang banyak digunakan untuk menghasilkan komponen berbentuk silindris. Kualitas hasil pembubutan sangat dipengaruhi oleh parameter pemesinan, terutama kecepatan spindle dan laju pemakanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kecepatan spindle dan laju pemakanan terhadap kekasaran permukaan teoritis serta waktu pemesinan pada proses bubut baja karbon rendah. Metode penelitian menggunakan simulasi numerik berdasarkan persamaan kecepatan potong, waktu pemesinan, dan estimasi kekasaran permukaan teoritis. Parameter yang digunakan adalah diameter benda kerja 25 mm, panjang pemotongan 100 mm, radius ujung pahat 0,8 mm, variasi kecepatan spindle 500, 750, dan 1000 rpm, serta laju pemakanan 0,10, 0,15, dan 0,20 mm/rev. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan laju pemakanan meningkatkan kekasaran permukaan, sedangkan peningkatan kecepatan spindle memperpendek waktu pemesinan. Kombinasi 1000 rpm dan 0,10 mm/rev menghasilkan kualitas permukaan terbaik dengan estimasi kekasaran terendah, sedangkan kombinasi laju pemakanan tinggi menghasilkan waktu pemesinan lebih singkat tetapi permukaan lebih kasar. Dengan demikian, pemilihan parameter bubut perlu mempertimbangkan kompromi antara produktivitas dan kualitas permukaan.
Analisis Simulasi Pengaruh Laju Aliran Udara terhadap Efektivitas Penukar Kalor Tipe Sirip Pelat Sony Sukmara; Erik Heriana; Moh Azizi Hakim; Haryadi
TECHNOMA Vol. 4 No. 1 (2023): vol 4 nomor 1 tahun 2023
Publisher : TECHNOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penukar kalor merupakan komponen penting dalam sistem termal teknik mesin, seperti pendinginan mesin, pengering, sistem HVAC, dan pemanfaatan panas buang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh laju aliran udara terhadap efektivitas dan laju perpindahan panas pada penukar kalor tipe sirip pelat. Metode penelitian menggunakan simulasi numerik sederhana berbasis metode effectiveness-NTU dengan variasi laju aliran udara 1, 2, 3, 4, dan 5 m/s. Parameter yang digunakan meliputi suhu air panas masuk 80°C, suhu udara masuk 30°C, luas perpindahan panas 0,60 m², dan laju aliran massa air panas 0,03 kg/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran udara menaikkan laju perpindahan panas dari 0,679 kW menjadi 1,584 kW. Namun, efektivitas penukar kalor cenderung menurun pada kecepatan udara yang lebih tinggi karena waktu kontak termal menjadi lebih singkat dan kapasitas panas udara meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, laju aliran udara perlu diatur secara optimal agar diperoleh kompromi antara peningkatan kapasitas pendinginan dan efisiensi proses perpindahan panas.