Latar belakang: Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Kecemasan dapat muncul akibat kurangnya informasi mengenai prosedur pembedahan maupun tindakan anestesi yang akan dilakukan. Jika kecemasan tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mempengaruhi kesiapan pasien sebelum operasi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi dzikir. Terapi dzikir merupakan intervensi spiritual yang dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir secara berulang sehingga dapat memberikan ketenangan dan membantu pasien lebih rileks sebelum tindakan operasi. Metode dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu mengukur tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah diberikan implementasi terapi dzikir. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 September sampai 31 Oktober 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 pasien pre operasi dengan spinal anestesi di RSI Fatimah Cilacap. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kecemasan sebelum implementasi terapi dzikir sebagian besar berada pada kategori cemas berat sebesar (73,3%) dan cemas sangat berat/panik sebesar (26,7%). Setelah diberikan terapi dzikir terjadi penurunan tingkat kecemasan dimana kategori cemas ringan sebesar (63,3%) dan cemas sedang sebesar (36,7%), serta tidak ditemukan lagi pasien dengan kecemasan berat maupun panik. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi terapi dzikir mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan spinal anestesi. Luaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa publikasi jurnal ilmiah.
Copyrights © 2026