Artikel ini mengkaji hubungan antara hadis dan tafsir tematik (mawdhui) dalam perspektif validitas riwayat dan konstruksi makna Al-Quran. Tafsir tematik sebagai metode penafsiran yang menghimpun ayat-ayat berdasarkan tema tertentu memerlukan hadis sebagai alat penjelas dan penguat makna. Namun, penggunaan hadis dalam tafsir tematik menghadirkan persoalan epistemologis yang serius, terutama terkait validitas sanad, kritik matan, serta fungsi hadis dalam membentuk makna. Dengan menggunakan pendekatan analitik-komparatif terhadap karya-karya ulama tafsir dan hadis, artikel ini menemukan bahwa ketegangan antara otoritas riwayat dan konstruksi makna merupakan persoalan yang bersifat struktural dalam ilmu tafsir. Diperlukan metodologi yang integratifyang mempertemukan standar ilmu hadis dengan kebutuhan hermeneutis tafsir tematik kontemporer.
Copyrights © 2026