Vertigo merupakan kondisi medis yang ditandai dengan sensasi ilusi gerakan berputar (vertiginous sensation) akibat ketidakseimbangan mekanis persepsi posisi, dengan tingkat prevalensi global yang terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. L (29 tahun) dengan gangguan sistem persyarafan: vertigo di Ruang Mawar 1 RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh pusing berputar, telinga berdenging, lemas, serta mual dan pasien tampak bingung saat ditanya mengenai penyakitnya. Tiga diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala penyakit, risiko jatuh dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Intervensi yang diberikan meliputi terapi relaksasi napas dalam kombinasi seduhan air jahe 250 ml serta kolaborasi pemberian obat-obatan (Inj. Difenhidramine 3x10 mg, Betahistine 3x6 mg, Tebokan 1x40 mg), pencegahan jatuh dengan pemasangan handrail, serta edukasi kesehatan mengenai penyakit vertigo menggunakan media leaflet dan lembar balik. Evaluasi keperawatan menunjukkan hasil optimal di mana ketiga diagnosis dapat teratasi sepenuhnya: keluhan pusing berputar dan mual hilang, pasien mampu berjalan mandiri ke kamar mandi, serta tingkat pengetahuan pasien meningkat ditandai dengan kemampuan memahami definisi, tanda gejala dan pencegahan penyakit. Kesimpulannya, asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif efektif dalam meningkatkan status kenyamanan, menurunkan risiko jatuh, serta meningkatkan pemahaman kesehatan pada pasien vertigo.
Copyrights © 2026