Skizofrenia sering kali bermanifestasi sebagai risiko perilaku kekerasan yang membahayakan individu dan lingkungannya. Tujuan: Studi ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan jiwa secara komprehensif pada Ny. N dengan risiko perilaku kekerasan akibat skizofrenia tak terinci di RSJD dr. Amino Gondohutomo. Metode: Penelitian yang digunakan adalah studi kasus naratif deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil: Pengkajian pada Ny. N (37 tahun) menunjukkan gejala sering marah, membanting barang dan riwayat penolakan keluarga. Diagnosis utama adalah risiko perilaku kekerasan, disertai harga diri rendah dan defisit perawatan diri. Selama empat hari masa rawat, intervensi difokuskan pada Strategi Pelaksanaan (SP 1, 3 dan 4) untuk dx risiko perilaku kekerasan meliputi relaksasi fisik, kepatuhan minum obat, pengungkapan verbal dan spiritual. Pelaksanaan (SP 2) untuk dx defisit perawatan diri meliputi latihan berdandan. Kesimpulan: Hasil evaluasi menunjukkan diagnosis risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri berhasil teratasi. Pasien mampu mengontrol marah secara mandiri dan menjaga kebersihan diri, sehingga membuktikan efektivitas dari asuhan keperawatan jiwa yang sistematis
Copyrights © 2026