Asma merupakan penyakit pernapasan kronis akibat inflamasi dan hiper-responsivitas jalan napas yang memunculkan gejala sesak, batuk, dan mengi (wheezing). Perawat berperan memberikan asuhan keperawatan keluarga guna meningkatkan kemandirian dalam mengatasi gangguan bersihan jalan napas. Metode Penulisan: Studi kasus deskriptif ini menerapkan proses asuhan keperawatan keluarga pada Tn. T dengan asma di Desa Tonjong, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil: Diagnosis yang ditemukan adalah bersihan jalan napas tidak efektif dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Intervensi yang diberikan berupa edukasi penyakit, manajemen asma, serta terapi komplementer berupa inhalasi uap minyak kayu putih dan latihan pernapasan Buteyko. Kesimpulan: Setelah 2 hari kunjungan, kedua diagnosis teratasi sebagian. Sesak dan suara wheezing berkurang, frekuensi napas membaik (dari 28x/menit menjadi 20x/menit), serta keluarga mampu mengenali faktor pemicu. Intervensi dilanjutkan dengan memantau pola napas dan menganjurkan terapi mandiri di rumah
Copyrights © 2026