Sanitasi telur tetas merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kontaminasi mikroorganisme pada kerabang sehingga dapat mendukung keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan air rebusan daun kayu putih (Melaleuca cajuputi) sebagai bahan sanitasi terhadap daya tetas dan mortalitas embrio telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa sanitasi (P0), fumigasi formalin-kalium permanganat (P1), penyemprotan air rebusan daun kayu putih konsentrasi 25% (P2), dan 50% (P3), masing-masing tiga ulangan dengan lima butir telur per ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tetas, mortalitas embrio, dan embryodiagnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan daya tetas 0% dan mortalitas embrio 100%. Hasil embryodiagnosis menunjukkan bahwa embrio pada perlakuan fumigasi dan penyemprotan air rebusan daun kayu putih mampu berkembang hingga fase pertengahan dan akhir inkubasi, sedangkan embrio pada kontrol cenderung mengalami kematian lebih awal. Kegagalan penetasan diduga dipengaruhi oleh kondisi inkubasi yang kurang optimal, terutama suhu 33–35°C pada sepuluh hari terakhir inkubasi dan kelembapan 45–55%, sehingga pengaruh perlakuan belum dapat dievaluasi secara optimal.
Copyrights © 2026