Pelaksanaan proses belajar mengajar pada umumnya masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif quasi eksperiment dengan melihat perbedaan hasil nilai matematika pada pre-test dan post-test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas IV yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan berdasarkan nilai rata-rata kelas kontrol yang mengalami kenaikan sebesar 9,88% dari 54,36 menjadi 64,24 sedangkan nilai rata-rata kelas pada kelas eksperimen mencapai 24,92% dari 55,80 menjadi 80,72.
Copyrights © 2020