Pelatihan komunikasi di atas panggung ini bertujuan memetakan kemampuan komunikasi awal peserta, mengidentifikasi faktor emosional yang memengaruhi penampilan, meningkatkan keterampilan regulasi emosi, serta membentuk gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter individu. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari Indonesia, Singapura, Jepang, Taiwan, dan Hongkong dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, simulasi berbicara di depan audiens, praktik presentasi, diskusi kelompok, serta umpan balik langsung dari fasilitator. Keberhasilan pelatihan dievaluasi berdasarkan aspek kemampuan komunikasi, regulasi emosi, dan tingkat kepercayaan diri peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta dari Singapura memperoleh rata-rata kemampuan komunikasi tertinggi (4,2), disusul Indonesia (3,9), Jepang (3,8), Taiwan (3,7), dan Hongkong (3,6). Nilai regulasi emosi berada pada kisaran 3,5–4,0, sedangkan kepercayaan diri berkisar 3,4–4,1. Penerapan teknik pernapasan dan positive self-talk membantu peserta mengurangi kecemasan saat tampil, sehingga penyampaian pesan menjadi lebih sistematis, jelas, dan meyakinkan. Secara keseluruhan, pelatihan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi publik peserta dengan capaian pada kategori baik.
Copyrights © 2026