Budaya gotong royong merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang berperan penting dalam memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup di era modern memunculkan anggapan bahwa budaya tersebut mulai mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan komponen masyarakat di sekitar Universitas Nasional terhadap keaktifan budaya gotong royong di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang gotong royong sebagai nilai yang mencerminkan kerja sama, kepedulian, dan solidaritas sosial. Meskipun pelaksanaan gotong royong secara langsung menghadapi tantangan akibat kesibukan, perkembangan teknologi, dan meningkatnya sikap individualisme, nilai gotong royong tetap bertahan melalui adaptasi dalam bentuk kegiatan sosial maupun digital, seperti penyebaran informasi donasi melalui media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya gotong royong tetap relevan sebagai identitas budaya dan mampu memperkuat keharmonisan kehidupan masyarakat di era modern.
Copyrights © 2026