Aset tetap merupakan komponen utama dalam menopang operasional perusahaan manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi aset tetap dan perhitungan depresiasi pada PT Unilever Indonesia Tbk, sekaligus mengevaluasi kesesuaiannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 16. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder berupa Laporan Keuangan Tahunan dan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) PT Unilever Indonesia Tbk Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan model biaya (cost model) untuk pengukuran setelah pengakuan awal dan menggunakan metode penyusutan garis lurus (straight-line method) secara konsisten. Pada tahun 2025, tercatat penurunan nilai buku permesinan sebesar 33,5% yang dipicu oleh pelepasan (divestasi) unit bisnis es krim. Selain itu, ditemukan adanya aset yang telah habis disusutkan senilai Rp1,3 triliun namun masih aktif beroperasi. Secara keseluruhan, perlakuan akuntansi aset tetap pada PT Unilever Indonesia Tbk dari aspek pengakuan, pengukuran, depresiasi, hingga pengungkapan telah sesuai dengan PSAK 16.
Copyrights © 2026