Abstrak Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan berkelanjutan usaha Tenun Batubara berbasis Hexa Helix dalam perspektif ekonomi Islam melalui pendekatan Strengths, Opportunities, Aspirations, Results (SOAR) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, media, dan lembaga keuangan sebagai aktor Hexa Helix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha tenun masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan modal, rendahnya pendapatan, kapasitas produksi yang terbatas, kualitas sumber daya manusia yang belum optimal, ketimpangan struktur usaha antara pemilik galeri dan pengrajin penerima upah, serta ketimpangan akses pasar. Analisis IFE menunjukkan faktor opportunities sebagai faktor dominan dengan skor 2,068, sedangkan analisis EFE menunjukkan faktor aspirations sebagai faktor dominan dengan skor 2,182. Berdasarkan analisis SOAR diperoleh empat alternatif strategi pengembangan, dan hasil QSPM menetapkan strategi prioritas berupa pengembangan usaha tenun secara terpadu melalui penguatan permodalan, pemasaran, kapasitas produksi, serta pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 4,332. Penelitian ini menghasilkan model pengembangan berkelanjutan berbasis Hexa Helix yang mengintegrasikan kolaborasi multipihak dengan strategi prioritas untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, memperkuat kemandirian pengrajin, serta mewujudkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif ekonomi Islam, model tersebut sejalan dengan prinsip ta'āwun, tamkīn, 'adl, maqāṣid al-syarī'ah, dan falāḥ. Kata kunci: Ekonomi Islam, Hexa Helix, QSPM, SOAR, UMKM Tenun
Copyrights © 2026