Shooting accuracy is an essential component of football finishing, particularly for U-12 players who are still developing basic technical coordination, body balance, first touch, and decision-making. This study compared the effectiveness of shooting after dribbling and shooting after passing training on the shooting accuracy of U-12 football players at SSB Piramid Praya Timur. A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used. Forty active U-12 players were selected through purposive sampling and divided into two groups of 20 players. Both groups completed a structured four-week program consisting of 12 training sessions. Shooting accuracy was measured using a modified target shooting test from 16.5 meters. Data were analyzed using descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Levene homogeneity test, gain score comparison, and independent samples t-test at a 0.05 significance level. To strengthen the interpretation, the revised analysis emphasizes effect magnitude, practical relevance, and the limitation that random assignment and advanced control analysis such as ANCOVA require complete raw data. The shooting after dribbling group improved from 23.75 to 32.05, while the shooting after passing group improved from 24.65 to 33.25. The mean gain of the shooting after passing group was slightly higher (8.60) than the shooting after dribbling group (8.30). The data were normally distributed and homogeneous, and the group comparison indicated a significant difference (p < 0.001). These findings suggest that both training variations are useful for youth finishing practice, but shooting after passing provides a small practical advantage because it trains first touch, body orientation, timing, and shot direction after receiving a pass. Keywords: shooting after dribbling, shooting after passing, shooting accuracy, youth football, finishing Akurasi shooting merupakan komponen penting dalam penyelesaian akhir permainan sepak bola, khususnya pada pemain usia dini yang sedang berada pada tahap pengembangan koordinasi teknik dasar dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas latihan shooting after dribbling dan shooting after passing terhadap akurasi shooting pemain sepak bola U-12 SSB Piramid Praya Timur. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 pemain U-12 yang aktif berlatih, dipilih melalui purposive sampling, dan dibagi ke dalam dua kelompok latihan masing-masing 20 pemain. Kedua kelompok menjalani program latihan terstruktur selama empat minggu atau 12 kali pertemuan. Akurasi shooting diukur menggunakan tes tembakan ke gawang yang dimodifikasi dari jarak 16,5 meter. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, gain score, dan independent samples t-test pada taraf signifikansi 0,05. Revisi ini menambahkan penegasan novelty, rincian perlakuan latihan, batasan analisis statistik, dan interpretasi praktis agar hasil penelitian tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga bermakna bagi pelatih SSB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok shooting after dribbling meningkat dari 23,75 menjadi 32,05, sedangkan kelompok shooting after passing meningkat dari 24,65 menjadi 33,25. Gain kelompok shooting after passing sedikit lebih tinggi (8,60) dibandingkan shooting after dribbling (8,30). Data berdistribusi normal, homogen, dan hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Dengan demikian, kedua variasi latihan efektif meningkatkan akurasi shooting pemain usia dini, tetapi shooting after passing memiliki keunggulan kecil karena membantu pemain menyiapkan posisi tubuh, sentuhan pertama, timing, dan arah tembakan secara lebih baik. .Kata kunci: shooting after dribbling, shooting after passing, akurasi shooting, sepak bola usia dini, finishing
Copyrights © 2026