Elste Rimpang merupakan usaha mikro di bidang minuman jamu tradisional yang telah dijalankan secara turun-temurun sebelum dikembangkan kembali sebagai inovasi usaha berbasis minuman herbal modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan usaha Elste Rimpang sebagai bentuk inovasi minuman herbal modern yang tetap berpijak pada tradisi jamu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari dokumen usaha, catatan keuangan, dan pengamatan langsung terhadap proses produksi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan modal investasi usaha sebesar Rp. 1.366.000 dengan modal kerja Rp. 5.574.777, sehingga diperoleh estimasi laba usaha per bulan sebesar Rp. 3.559.223. Titik impas (BEP) tercapai pada tingkat penjualan Rp. 1.117.771, jauh di bawah proyeksi pendapatan bulanan sebesar Rp. 10.500.000, sedangkan return on investment (ROI) tercatat sebesar 363,26% dengan periode pengembalian modal sekitar 0,28 tahun. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dilanjutkan secara finansial. Di luar angka tersebut, penelitian ini menemukan bahwa inovasi pada kemasan, variasi rasa, dan pemasaran digital berfungsi sebagai jembatan yang membuat resep jamu warisan keluarga tetap relevan bagi konsumen muda yang peduli kesehatan, tanpa menghilangkan keaslian budayanya.
Copyrights © 2026