Sistem distribusi 20 kV memiliki potensi rugi-rugi daya teknis akibat resistansi penghantar, panjang penyulang, dan tingginya arus pada saat beban puncak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) PT Pundi Global Investama sebagai distributed generation terhadap penurunan rugi-rugi daya dan perbaikan profil tegangan pada sistem distribusi 20 kV GH Ambawang PLN UP3 Mempawah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis simulasi aliran daya dengan DIgSILENT PowerFactory. Skenario yang dianalisis meliputi kondisi sebelum dan sesudah PLTBm beroperasi pada beban puncak dengan parameter rugi daya aktif, tegangan minimum, tegangan maksimum, daya aktif sistem, dan perubahan kinerja jaringan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rugi-rugi daya aktif turun dari 750 kW menjadi 550 kW setelah PLTBm beroperasi, sehingga terjadi penurunan sebesar 200 kW atau 26,67%. Tegangan minimum meningkat dari 0,90 pu menjadi 0,98 pu atau naik 8,89%, sedangkan tegangan maksimum meningkat dari 0,99 pu menjadi 1,00 pu. Temuan ini menunjukkan bahwa PLTBm efektif berperan sebagai pembangkit tersebar karena mampu menurunkan arus suplai dari sumber utama, memperbaiki profil tegangan di ujung jaringan, dan meningkatkan efisiensi teknis sistem distribusi. Kajian ini dapat menjadi dasar evaluasi teknis dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan berbasis biomassa pada jaringan distribusi tegangan menengah.
Copyrights © 2026