Pelayanan di industri perhotelan sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara atasan dan karyawan, sebagaimana terjadi di Sans Resort Parung Bogor yang menghadapi indikasi hambatan komunikasi berupa instruksi kerja yang tidak konsisten dan mekanisme umpan balik yang belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal atasan dalam meningkatkan kinerja karyawan di Sans Resort Parung Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga informan yang dipilih secara purposive, yaitu manajer operasional, staf front office/finance, dan senior security, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi komunikasi interpersonal DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan, diterapkan secara konsisten dan saling bersinergi membentuk iklim komunikasi yang kondusif. Sinergi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan pada lima indikator Robbins dan Judge, yaitu kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kekeluargaan menjadi strategi penyampaian khas yang menyatukan struktur formal organisasi dengan kedekatan personal, sehingga memperkuat efektivitas komunikasi dan kinerja karyawan secara keseluruhan.
Copyrights © 2026