Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ditujukan untuk memperbaiki asupan dan pertumbuhan balita yang mengalami atau berisiko mengalami masalah gizi. Keberhasilan program dapat dipengaruhi oleh konteks keluarga, termasuk pekerjaan ibu yang berkaitan dengan waktu pengasuhan dan pendampingan konsumsi PMT. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kenaikan berat badan balita penerima PMT berdasarkan jenis pekerjaan ibu di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan komparatif terhadap data program PMT selama 60 hari. Sampel terdiri atas 49 balita usia 24-59 bulan yang dipilih menggunakan total sampling. Jenis pekerjaan ibu dikelompokkan menjadi ibu rumah tangga, pekerja informal, dan pekerja formal. Kenaikan berat badan dihitung dari selisih berat badan setelah dan sebelum PMT. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Kruskal-Wallis pada tingkat kemaknaan 5%. Rata-rata berat badan meningkat dari 9,6 ± 1,52 kg menjadi 10,0 ± 1,54 kg, dengan rata-rata selisih 0,59 ± 0,70 kg. Data kenaikan berat badan tidak berdistribusi normal (p < 0,001). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan kenaikan berat badan berdasarkan pekerjaan ibu (χ² = 2,095; p = 0,350). Program PMT diikuti peningkatan berat badan secara deskriptif, tetapi pekerjaan ibu bukan faktor pembeda yang bermakna pada capaian kenaikan berat badan selama periode pengamatan.
Copyrights © 2026