Mie kocok iga tetelan cipinang merupakan sala satu usaha kuliner yang memproduksi dua menu utama,yaitu mie kocok iga dan baso jumbo, penentuan jumlah produksi selama ini masih di lakukan berdasarkan perkiraan pemilik usaha sehingga belum di ketahui kombinasi produksi yang mampu memberikan keuntungan maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi produksi optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang digunakan meliputi keuntungan setiap produk serta keterbatasan waktu persiapan dan pemasakan maupun waktu penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produksi optimal adalah 60 porsi Mie Kocok Iga dan 0 porsi Mie Baso Jumbo dengan keuntungan maksimum sebesar Rp1.080.000, Hasil perhitungan menggunakan POM-QM for Windows juga menunjukkan nilai yang sama dengan perhitungan secara metode Simpleks, sehingga metode tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan kombinasi produksi yang optimal dan meningkat.
Copyrights © 2026