Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan hybrid costing system pada UMKM Bakso Solo Mas Dua dalam penentuan harga pokok produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama Juni 2026, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini menjalankan dua pola produksi sekaligus, yaitu produksi rutin untuk penjualan harian dan produksi berdasarkan pesanan khusus. Kondisi tersebut membuat penerapan hybrid costing system menjadi relevan karena mampu mengakomodasi process costing pada produksi reguler dan job order costing pada pesanan khusus. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp2.054.256 dengan harga pokok produksi sebesar Rp4.200 per porsi setelah pembulatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan hybrid costing system menghasilkan informasi biaya yang lebih sistematis dan lebih sesuai dengan karakteristik operasional usaha dibandingkan pencatatan biaya secara sederhana. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian akuntansi biaya UMKM, khususnya pada usaha kuliner dengan pola produksi campuran, serta menjadi dasar bagi pengambilan keputusan biaya yang lebih tepat.
Copyrights © 2026