Penelitian ini berfokus pada pengembangan BUM Desa melalui pendekatan tetrapreneur dan optimalisasi modal sosial. Studi ini dilakukan di BUM Desa “Pelangi Nusantara” yang terletak di desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. BUM Desa ini dipilih karena merupakan BUM Desa kategori maju menurut website Desa Center Pemprov Jatim. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Method dengan Analisa kuantitatif pada persepsi responden yaitu pengelola BUM Desa dan non Pengelola BUM Desa terhadap strategi pengembangan dengan pendekatan tetrapreneur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan harapan dalam pengembangan BUM Desa melalui pendekatan chain preneur, market preneur, quality preneur dan brand preneur. Hasil ini kemudian ditindaklanjuti dengan indept interview dengan pengelola BUM Desa untuk menentukan posisi BUM Desa “Pelangi Nusantara” dalam matriks SWOT. FGD dilakukan untuk mencari pemahaman terhadap strategi pengembangan BUM Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUM Desa Pelangi Nusantara sebaiknya menerapkan strategi intensifikasi dengan pendekatan perbaikan rantai pasok, pemasaran, kualitas dan merek usaha.
Copyrights © 2026