Pengelolaan kata sandi masih menjadi isu krusial dalam keamanan informasi digital karena perilaku pengguna dapat berkontribusi terhadap kebocoran kredensial, kompromi akun, dan akses tidak sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tata kelola data dalam memperkuat praktik pengelolaan kata sandi pada mahasiswa sebagai pengguna akun digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional melalui kuesioner daring terhadap 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 responden (92%) pernah menggunakan kata sandi yang sama pada lebih dari satu akun, sedangkan hanya 4 responden (8%) yang tidak pernah menggunakan ulang kata sandi. Meskipun 33 responden (66%) sering atau selalu menggunakan kombinasi karakter yang kuat, indikator penggunaan password manager masih rendah karena 54% responden tidak pernah memanfaatkannya. Penerapan autentikasi dua faktor juga belum merata karena sebagian responden hanya menggunakannya pada beberapa akun atau belum menggunakannya sama sekali. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pengelolaan kata sandi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip tata kelola data, khususnya kontrol akses, kerahasiaan, dan akuntabilitas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi keamanan digital yang berkelanjutan, peningkatan literasi penggunaan password manager, penerapan autentikasi dua faktor, serta kebijakan akses institusional yang lebih jelas untuk memperkuat keamanan informasi digital.
Copyrights © 2026