Perang kamang adalah perang melawan ketidakadilan pemerintah kolonial Belanda terhadap pemberlakukan pajak (Belasting) yang dianggap sangat memberatkan rakat pada 15 Juni 1908. Peristiwa sejarah ini dituturkan oleh penutur dari generasi ke generasi secara lisan. Tetapi sangat disayangkan cerita sejarah tersebut sudah jarang dituturkan karena jumlah penutur yang sedikit dan membuat cerita bersejarah tersebut perlahan punah sedikit demi sedikit. Penutur sangat jarang menulis dan mempublikasi karyanya, dan belum adanya media inventarisasi tradisi lisan, sehingga masyarakat sulit untuk mememukan kerya tradisi lisan, baik digunakan untuk belajar maupun sebagai hiburan. Sehingga membuat anak-anak tidak mengetahui cerita sejarah atau perisitwa Perang Kamang. Hal tersebut menjadi sebuah permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu cara untuk memperkenalkan kembali adalah dengan membuat media informasi dalam bentuk buku ilustrasi peristiwa perang kamang. Penelitian ini bertujuan memperkenalkan serta melestarikan cerita sejarah perang Kamang kepada generasi muda untuk mewariskan nilai-nilai moral yang terdapat pada cerita perang kamang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan desain komunikasi visual dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka dan penyebaran kuesioner kepada 190 responden. Data dianalisis menggunakan metode 5W+1H untuk menentukan strategi perancangan yang sesuai dengan kebutuhan target audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden tidak mengetahui tentang Perang Kamang, 21% mengetahui tentang Perang Kamang, 70% responden menginginkan pembuatan buku ilustrasi Perang Kamang dan 80% responden mengetahui sejarah Perang Kamang melalui orang tua dan guru. Perancangan ini diharapkan mampu melestarikan cerita sejarah perang Kamang kepada generasi muda untuk mewariskan nilai-nilai moral yang terdapat pada cerita perang kamang
Copyrights © 2026