Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya keterlibatan perempuan sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan keterbatasan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerentanan sosial-ekonomi yang dialami perempuan PKL di kawasan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya, serta strategi adaptasi yang mereka lakukan untuk mempertahankan ekonomi keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan PKL mengalami ketidakstabilan pendapatan akibat cuaca, jumlah konsumen, dan dinamika pasar. Kerentanan tersebut diperkuat oleh keterbatasan akses terhadap modal, perlindungan sosial, dan lembaga keuangan formal. Selain menghadapi beban kerja ganda, perempuan PKL mampu beradaptasi melalui pengelolaan keuangan sederhana, fleksibilitas berdagang, dan pemanfaatan jaringan sosial. Kerentanan sosial-ekonomi tersebut merupakan dampak ketidaksetaraan gender dan keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi.
Copyrights © 2026