Penelitian ini menganalisis ketahanan sosial dan ekonomi pengemudi ojek online di kawasan rawan banjir Ciledug Raya, Jakarta Selatan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dihimpun dari 40 responden melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir berdampak signifikan terhadap mobilitas, pendapatan, dan keselamatan kerja pengemudi, meskipun sebagian memanfaatkan kondisi tersebut sebagai peluang dengan menerima penumpang di luar aplikasi dengan tarif lebih tinggi. Ketahanan sosial dibangun melalui solidaritas sesama pengemudi, keterlibatan komunitas, dan berbagi informasi melalui WhatsApp. Strategi adaptasi yang dominan meliputi perubahan rute, penyesuaian jam kerja, dan diversifikasi pendapatan. Dukungan pemerintah dan platform dinilai masih belum memadai, sehingga ketahanan pengemudi lebih bertumpu pada kapasitas mandiri dan jaringan sosial.
Copyrights © 2026