The phenomenon of patriarchal culture in the household is a phenomenon that still prevails in households in Indonesia today, and good psychological well-being in the household is a positive self-actualization for the needs of life in developing one's potential optimally. However, in reality, patriarchal culture hinders the achievement of psychological well-being of housewives, especially in areas such as East Kalimantan, which results in unequal gender roles. This study aims to determine the extent of the influence of patriarchal culture on the psychological well-being of housewives. This study uses a quantitative correlational method with a snowball sampling technique reaching a small number of samples then asked to continue repeatedly until it develops. Data collection uses a patriarchal culture scale and a psychological well-being scale and data analysis uses linear regression. The results of the study indicate a significant influence between the influence of patriarchal culture on psychological well-being in housewives with a contribution of 3.5%. This finding implies the importance of increasing awareness of women's empowerment as an effort to support psychological well-being and improve the quality of life of housewives.. ABSTRAK Fenomena budaya patriarki dalam rumah tangga adalah fenomena yang masih berlaku dalam rumah tangga di Indonesia pada saat ini dan kesejahteraan psikologis yang baik dalam rumah tangga adalah aktualisasi diri secara positif untuk kebutuhan hidup dalam mengembangkan potensi diri secara optimal. Namun kenyataannya, budaya patriarki menghambat pencapaian kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga terutama di daerah seperti Kalimantan Timur, di mana mengakibatkan peran gender yang tidak setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh budaya patriarki terhadap kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik snowball sampling dengan menjangkau jumlah kecil kemudian sampel diminta untuk meneruskan secara berulang hingga menjadi berkembang. Pengumpulan data menggunakan skala budaya patriarki dan skala kesejahteraan psikologis dan analisis data menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara pengaruh budaya patriarki terhadap kesejahteraan psikologis pada ibu rumah tangga dengan kontribusi pengaruh sebesar 3.5%. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai pemberdayaan perempuan sebagai upaya untuk mendukung kesejahteraan psikologis serta meningkatkan kualitas hidup ibu rumah tangga.
Copyrights © 2026