Museum Pos Indonesia memiliki peran penting sebagai sarana edukasi sejarah komunikasi nasional. Namun, keterbatasan sistem Environmental Graphic Design (EGD) diduga memengaruhi pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi EGD yang diterapkan di Museum Pos Indonesia serta implikasinya terhadap pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap empat puluh pelajar yang mengikuti kegiatan kunjungan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan signage, minimnya identitas koleksi, serta tidak terintegrasinya sistem wayfinding menimbulkan kebingungan dalam orientasi ruang dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa EGD memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi ruang museum, meskipun hasil penelitian masih bersifat terbatas dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kajian awal bagi pengembangan EGD pada museum sebagai ruang edukatif.
Copyrights © 2026