Aldrian Agusta
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EGD MUSEUM POS INDONESIA DAN KEMANDIRIAN NAVIGASI PENGUNJUNG Putra Adi Rizkia; Aldrian Agusta
Wacadesain Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/5eca4460

Abstract

Museum Pos Indonesia memiliki peran penting sebagai sarana edukasi sejarah komunikasi nasional. Namun, keterbatasan sistem Environmental Graphic Design (EGD) diduga memengaruhi pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi EGD yang diterapkan di Museum Pos Indonesia serta implikasinya terhadap pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap empat puluh pelajar yang mengikuti kegiatan kunjungan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan signage, minimnya identitas koleksi, serta tidak terintegrasinya sistem wayfinding menimbulkan kebingungan dalam orientasi ruang dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa EGD memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi ruang museum, meskipun hasil penelitian masih bersifat terbatas dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kajian awal bagi pengembangan EGD pada museum sebagai ruang edukatif.
Gaya Visual dan Storytelling Non-Verbal Game Endling untuk Isu Lingkungan Rizky Restu Ilahi; Aldrian Agusta
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 3 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i3.6281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya visual dan storytelling non-verbal dalam Endling: Extinction is Forever berpotensi membentuk pemaknaan ekologis terkait isu lingkungan dan energi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan menggabungkan analisis konten visual-naratif dan kerangka Experiential Graphic Design yang dioperasionalisasikan ke dalam empat indikator, yaitu Atmosphere and Affect, Spatial Narrative, Embodied Navigation, dan Consequence Design. Kerangka tersebut diterapkan pada lima adegan purposive menggunakan codebook berskala 0–3. Pembacaan semiotik denotatif dan konotatif dilengkapi dengan pembacaan mitologis untuk menelaah lapisan ideologis yang tersembunyi dalam setiap adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi visual atmosferik dan mekanik konsekuensi menciptakan kondisi interpretatif yang mendukung pembacaan empatik terhadap degradasi lingkungan. Indikator Atmosphere and Affect dan Consequence Design secara konsisten memperoleh skor tertinggi di seluruh adegan yang dianalisis, sedangkan Spatial Narrative dan Embodied Navigation bervariasi bergantung pada fungsi naratif setiap adegan. Progresi semiotik pada kelima adegan bergerak dari bencana akut menuju kerusakan ekologis yang lebih lambat dan kumulatif, membangun narasi non-verbal yang koheren tentang peran aktivitas manusia dalam kehilangan ekologis. Temuan penelitian bersifat interpretatif dan inferensial sehingga verifikasi empiris melalui data respons pemain direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya. Studi ini berkontribusi melalui pengembangan kerangka analitik yang dapat ditransfer untuk penelitian desain komunikasi visual pada narasi game interaktif, sekaligus memperluas penerapan pendekatan Experiential Graphic Design dari ruang fisik ke ranah ruang digital interaktif.