Penelitian ini mengkaji representasi kondisi sosial masyarakat Indonesia dalam film “Orang-orang Sinting” (1981) karya Nawi Ismail. Fokus penelitian diarahkan pada persoalan pengangguran, tekanan sosial, dan keterasingan individu di masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode post-factum serta pendekatan psikoanalisis Freud untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama melalui struktur Id, Ego dan Superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tekanan sosial akibat keterbatasan lapangan kerja di era 1980an yang berdampak pada kondisi psikologis individu. Selain merefleksikan kondisi sosial pada masalnya, persoalan yang dihadirkan film ini juga masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia kontemporer.
Copyrights © 2026