Maps play a crucial role in supporting village governance and spatial-based development planning. This community service activity aimed to develop a line map of Gunung Besi Hamlet, Sukanegara Village, Tanjung Bintang Subdistrict, South Lampung Regency, using Global Navigation Satellite System (GNSS) technology. The data used consisted of primary data from GNSS-based boundary measurements and secondary data, including administrative maps and satellite imagery. The resulting map was produced at a scale of 1:2,500 and includes information on administrative boundaries, road networks, rivers, built-up areas, forests, plantations, stockpiles, water bodies, and open land. The land cover is dominated by forest (27.02 ha) and plantations (25.47 ha), reflecting the ecological and agrarian characteristics of the area. Built-up land (15.57 ha) indicates settlement and infrastructure development, while stockpiles (9.84 ha) suggest industrial activity. This map is expected to serve as a fundamental reference for village development planning, including the preparation of RPJMDes and RKPDes, and to support sustainable resource management and spatial planning at the village level. Abstrak Peta merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa dan perencanaan pembangunan berbasis spasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun peta garis Dusun Gunung Besi, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dengan memanfaatkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Data yang digunakan meliputi data primer hasil pengukuran titik batas menggunakan receiver GNSS serta data sekunder berupa peta administrasi dan citra satelit. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa peta garis Dusun Gunung Besi berhasil disusun pada skala 1:2.500 dengan informasi batas administrasi, jaringan jalan, sungai, lahan terbangun, kawasan hutan, kebun, stockpile, badan air, dan lahan terbuka. Tutupan lahan didominasi oleh kawasan hutan seluas 27,02 hektar dan kebun 25,47 hektar, yang menunjukkan karakter dusun dengan fungsi ekologis dan agraris. Sementara itu, lahan terbangun seluas 15,57 hektar mencerminkan perkembangan permukiman dan infrastruktur, sedangkan stockpile 9,84 hektar mengindikasikan aktivitas industri. Lahan terbuka hanya 1,76 hektar dan badan air 0,70 hektar. Keberadaan peta ini diharapkan menjadi dasar penyusunan RPJMDes, RKPDes, serta mendukung pengelolaan sumber daya dan tata ruang desa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026