Secara dunia, penyakit PPOK menjadi penyebab kematian ketiga dengan jumlah 3,23 juta dan penyebab kematian ketiga tertinggi. Pasien PPPOK mengalami sesak nafas dan batuk produktif. Masalah keperawatan yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif. Terapi inhalasi dan Fisioterapi dada bisa mengatasi sesak nafas dan meningkatkan keluarnya dahak. Untuk melakukan asuhan keperawatan, khususnya penerapan tindakan mandiri dan kolaborasi pada pasien penyakit obstruktif paru kronik dengan melakukan chest therapy dan terapi inhalasi untuk mengatasi ketidakefektifan jalan napas. Studi kasus dengan mengambil 2 pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta diberikan intervensi inhalasi dan chest terapi dalam tiga hari. Sebelum intervensi, kedua pasien sesak nafas dan batuk susah mengeluarkan dahak. Pasien 1 RR= 27 kali/menit dan Saturasi 93%. Pasien 2 RR= 30 kali/menit dan Saturasi 95%. Setelah intervensi, kedua pasien tidak sesak nafas lagi dan batuk berkurang serta bisa mengeluarkan dahak dengan konsistensi encer dan berwarna putih kekuningan. Pasien 1 RR= 21 kali/menit dan saturasi 99%. Pasien 2 RR= 20 kali/menit dan saturasi 100%. Kombinasi terapi inhalasi dan chest therapy terbukti efektif dalam mengatasi ketidakbersihan jalan napas pada pasien PPOK. Intervensi yang rutin disertai dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan perawatan.
Copyrights © 2026