Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi ChatGPT di kalangan mahasiswa Indonesia melalui lensa model UTAUT2 yang dimodifikasi. Mengingat peran mahasiswa Generasi Z sebagai digital natives, penelitian ini menguji proposisi bahwa ekspektasi usaha dan kondisi fasilitas berperan sebagai faktor hygiene, bukan motivator dalam pembentukan niat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data dikumpulkan dari 66 mahasiswa aktif melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial secara signifikan memengaruhi niat mahasiswa untuk mengadopsi ChatGPT, sedangkan ekspektasi usaha dan kondisi fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap niat. Di sisi lain, kondisi fasilitas terbukti berperan penting sebagai enabler yang memengaruhi perilaku aktual penggunaan secara langsung. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model UTAUT2 dalam konteks kecerdasan buatan, menegaskan pergeseran paradigma bahwa kemudahan penggunaan teknologi AI telah menjadi standar ekspektasi dasar bagi mahasiswa. Implikasi praktis bagi institusi pendidikan adalah perlunya merancang strategi integrasi AI yang lebih menekankan pada manfaat fungsional dan dukungan sosial daripada sekadar kemudahan teknis.
Copyrights © 2026