Penyalahgunaan minuman beralkohol merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan fungsi hati, yang ditandai dengan kerusakan morfologi dan histologi hepatosit. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti kurkumin, flavonoid, alkaloid, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang temulawak terhadap morfologi hati dan gambaran histologi hati tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi minuman beralkohol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dibagi menjadi lima kelompok dengan empat pengulangan, yaitu kontrol normal, kontrol alkohol, dan tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak temulawak dengan 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB. Induksi alkohol dilakukan secara oral selama 30 hari, sedangkan pemberian ekstrak temulawak diberikan mulai hari ke-8 hingga hari ke-30. Parameter yang diamati meliputi morfologi hati secara makroskopis dan gambaran histologi hati (degenerasi hidropik dan nekrosis). Analisis data menggunakan one away ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang temulawak mampu memperbaiki kerusakan hati tikus yang diinduksi alkohol, yang ditandai dengan perbaikan morfologi organ hati serta penurunan tingkat degenerasi hidropik dan nekrosis sel hepatosit. Dosis 300 mg/kg BB memberikan efek hepatoprotektif lebih efektif dibandingkan dengan dosis lainnya. Abstract Excessive alcohol consumption is a major contributor to liver failure, characterized by morphological and histological damage to hepatocytes. Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a medicinal plant recognized for containing bioactive compounds like curcumin, flavonoids, alkaloids, saponins, and triterpenoids with potential hepatoprotective properties. This study Is conducted to determine the effect of Java turmeric rhizome extract on the hepatic morphology and histology of white rats (Rattus norvegicus L.) induced with alcohol. This study employed a completely randomized design (CRD), which was divided into five groups with four replicates: a normal control, an alcohol control, and three treatment groups receiving temulawak extract at doses of 100, 200, and 300 mg/kg body weight, respectively. Alkohol diberikan secara oral selama 30 hari, sedangkan ekstrak temulawak/kunyit Jawa diberikan dari hari ke-8 hingga hari ke-30. Parameter yang diamati meliputi morfologi hati makroskopis dan histologi hati (degenerasi hidropik dan nekrosis). Data were analyzed using one-way ANOVA and further tested with Duncan's post hoc tes. The findings indicated that temulawak/java turmeric’s rhizome extract administration ameliorated liver damage in alcohol-induced rats, characterized by improved hepatic morphology and reduced rates of hydropic degeneration and hepatocyte necrosis. A dose of 300 mg/kg body weight exhibited a more potent hepatoprotective effect than the alternative dose. Therefore, Java Turmeric extract shows potential as a natural hepatoprotective agent for treating liver injury induced by alcohol use disorders.
Copyrights © 2026