Pala merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Kelurahan Gurabunga, Maluku Utara, sekaligus memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai sosial budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam pengembangan agribisnis pala, meliputi kondisi sosial ekonomi petani, praktik budidaya dan pemasaran, fungsi kelembagaan lokal, serta strategi pengembangan agribisnis yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masih menjadi landasan utama dalam pengelolaan kebun pala, yang tercermin dalam praktik gotong royong, pengaturan lahan berdasarkan norma adat, pelestarian sumber daya alam, serta hubungan sosial yang memperkuat solidaritas antarpetani. Nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap keberlanjutan produksi, pelestarian lingkungan, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Namun, pengembangan agribisnis pala masih menghadapi kendala berupa fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, rendahnya pemanfaatan teknologi pascapanen, dan lemahnya posisi tawar petani. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan petani, diversifikasi produk olahan, optimalisasi pemasaran digital, serta sinergi antara pemerintah, lembaga lokal, kelompok tani, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing agribisnis pala berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026