Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan waktu baku serta mengidentifikasi pemborosan gerakan (therblig waste) pada metode pembayaran tunai dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik stopwatch time study sebanyak 30 sampel observasi per metode, dilanjutkan dengan pemetaan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan (PTKTK). Hasil pengolahan data menunjukkan waktu baku pembayaran tunai adalah 16,70 detik, sedangkan metode QRIS membutuhkan waktu 30,08 detik. Pengujian statistik menggunakan Independent Sample t-test membuktikan terdapat perbedaan waktu pelayanan yang sangat signifikan secara statistik (p-value 0,000 < 0,05). Analisis kualitatif PTKTK menemukan pemborosan gerak pada metode tunai berupa penggunaan dua tangan secara bersamaan untuk membuka laci tanpa handle, serta postur membungkuk ekstrem. Pada metode QRIS, pemborosan didominasi oleh Unavoidable Delay akibat loading jaringan dan gerakan memindahkan papan QRIS (waste of motion). Sebagai solusi, diusulkan perbaikan tata letak dengan penambahan handle pada laci uang serta fiksasi papan QRIS di area depan (fixed location). Melalui penerapan usulan ini, diestimasi waktu siklus dapat dipangkas menjadi 9,5 detik untuk transaksi tunai dan 19,5 detik untuk QRIS.
Copyrights © 2026