Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaruh skema CPF dan SCF terhadap kinerja keuangan kontraktor pada proyek jalan tol, dengan indikator utama berupa biaya bulanan proyek, profit bulanan, dan arus kas bersih bulanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data sekunder bulanan dari proyek Jalan Tol Solo–Jogja Seksi 1.1. Data yang dianalisis meliputi progres pekerjaan bulanan, biaya proyek, pendapatan, profit, bunga Interest During Construction (IDC) pada skema CPF, potongan bunga diskonto pada skema SCF, kas masuk, kas keluar, serta arus kas bersih. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel dummy untuk membedakan pengaruh skema CPF dan SCF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema CPF dan SCF memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya bulanan proyek, namun tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profit bulanan dan arus kas bersih bulanan. Skema CPF memberikan keunggulan berupa tambahan nilai melalui bunga IDC dan fleksibilitas pembiayaan internal, tetapi membutuhkan modal kerja yang besar serta memiliki risiko defisit kas yang lebih tinggi apabila pembayaran dari pemilik proyek mengalami keterlambatan. Sebaliknya, skema SCF mampu mempercepat penerimaan kas, mengurangi tekanan modal kerja, menjaga stabilitas arus kas, serta memperkuat hubungan keuangan antara kontraktor, pemilik proyek, pemasok, dan lembaga keuangan. Berdasarkan hasil analisis, SCF direkomendasikan sebagai skema pembiayaan yang lebih strategis bagi kontraktor pada proyek jalan tol, khususnya dalam kondisi keterbatasan kas internal, risiko keterlambatan pembayaran termin, dan kebutuhan menjaga likuiditas proyek secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026