Pelayanan pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang saat ini masih menghadapi kendala akibat penerapan sistem antrian yang sepenuhnya manual menggunakan buku catatan. Kondisi sistem lama ini memicu berbagai masalah krusial, seperti pencatatan data yang tidak akurat, tidak adanya bukti antrian digital yang sah, hingga sering memicu konflik antar pengunjung terkait urutan giliran. Skala dan urgensi permasalahan ini terlihat dari tingginya penumpukan fisik di ruang tunggu yang mencapai rata-rata 50–75 pengunjung per hari, serta proses penyusunan laporan harian yang tidak efisien dan memakan waktu hingga 60–90 menit setiap harinya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi antrean online berbasis web dengan mengimplementasikan metode First In First Out (FIFO). Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Hasil penelitian menghasilkan sebuah sistem terintegrasi yang menyediakan fitur pengambilan nomor antrean jarak jauh tanpa autentikasi, dhashboard admin dengan pemanggilan waktu nyata (real-time), serta menu unduh tiket dan laporan harian berbasis format digital. Berdasarkan pengujian terhadap 10 skenario fungsional menggunakan metode black box, sistem menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%. Implementasi sistem ini terbukti mampu meningkatkan ketertiban, transparansi, serta efisiensi kualitas pelayanan publik secara signifikan.
Copyrights © 2026