Ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal merupakan isu strategis yang perlu direspons melalui inovasi pangan fungsional yang mudah diaplikasikan di tingkat pendidikan dan masyarakat. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi mikroalga Spirulina platensis yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa SMK Negeri 4 Pangkalpinang dalam melakukan kultur Spirulina dan memproduksi teh kombucha fortifikasi Spirulina sebagai upaya penguatan ketahanan pangan dan pembelajaran berbasis teaching factory. Metode kegiatan meliputi sosialisasi pangan fungsional, pelatihan teknis kultur Spirulina, pemanenan dan pengeringan biomassa, pelatihan fermentasi teh kombucha, serta fortifikasi Spirulina ke dalam produk minuman fungsional. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui pendampingan langsung di laboratorium pengolahan pangan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam kultur mikroalga dan fermentasi pangan. Mitra berhasil memproduksi biomassa Spirulina serta teh kombucha fortifikasi Spirulina dengan kualitas yang layak konsumsi dan bernilai jual. Selain itu, kegiatan ini mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas laboratorium sekolah dan mendukung pengembangan produk inovatif berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra, mendukung ketahanan pangan lokal, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dalam pengembangan pangan fungsional berbasis bioteknologi sederhana.
Copyrights © 2026