Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui pengembangan lahan sawah baru yang terencana dan berkelanjutan. Kabupaten Sorong ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas dengan target pengembangan lahan sawah seluas 12.000 hektar. Namun, pelaksanaan program ini menghadapi berbagai tantangan, seperti risiko banjir, kekeringan, keterbatasan infrastruktur irigasi, serta kompleksitas aspek sosial dan legalitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mendukung perencanaan dan penentuan lokasi prioritas Program CSR di Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan adalah Weighted Overlay Analysis (WOA) dengan mengintegrasikan enam parameter utama, yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap sumber air, curah hujan, penggunaan lahan, dan aksesibilitas jalan. Setiap parameter direklasifikasi berdasarkan tingkat kesesuaian dan diberikan bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap pengembangan lahan sawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Makbusum (3.600 ha) dan Fafi (2.400 ha) termasuk dalam kelas Sangat Sesuai (S1), sedangkan Mariyai (2.400 ha), Klasukuk (2.400 ha), dan Wonosobo (1.200 ha) termasuk dalam kelas Sesuai (S2). Analisis risiko menunjukkan bahwa Mariyai memiliki tingkat risiko banjir yang tinggi, sedangkan Klasukuk memiliki risiko kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Berdasarkan integrasi analisis kesesuaian lahan, risiko lingkungan, aksesibilitas, serta aspek sosial dan legalitas lahan, wilayah Makbusum dan Fafi ditetapkan sebagai Prioritas I, Mariyai dan Klasukuk sebagai Prioritas II, serta Wonosobo sebagai Prioritas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIG mampu meningkatkan objektivitas, akurasi, dan efektivitas dalam proses perencanaan pengembangan lahan sawah baru sehingga dapat mendukung keberhasilan Program CSR dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026