Penelitian ini bertujuan menganalisis tren rasio likuiditas pada perusahaan sub-sektor D22 Processed Foods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024 berdasarkan klasifikasi IDX Industrial Classification (IDX-IC). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain longitudinal. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling terhadap perusahaan yang terdaftar secara konsisten dan memiliki laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tren, analisis gap antarrasio, serta analisis komparatif antarperusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dan quick ratio secara umum berada pada kategori baik dengan rata-rata masing-masing berkisar antara 2,39–2,74 dan 1,79–1,98. Kedua rasio tersebut mengalami peningkatan hingga tahun 2022–2023 sebelum mengalami koreksi pada tahun 2024. Sebaliknya, cash ratio menunjukkan kecenderungan lebih rendah dan berfluktuasi pada kisaran 0,73–0,90 yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas masih terbatas. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan memiliki likuiditas operasional yang memadai, namun perlu meningkatkan pengelolaan kas untuk memperkuat ketahanan keuangan jangka pendek.
Copyrights © 2026