Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Oman Rusmana; Si Made Ngurah Purnaman
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBA) Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.897 KB) | DOI: 10.32424/jeba.v22i1.1563

Abstract

Sosialisasi Strategi Peningkatan Kepatuhan Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nasrullah Dali; Emilia Nurdin; Tuti Dharmawati; Sulvariany Tamburaka; Hasnidar Hasnidar; Andi Muhammad Fuad Ramadhan; Si Made Ngurah Purnaman; Taufan Sufatriansa Awal; La Ode Muhammad Arfan Samrin; Dzulfikri Azis Muthalib
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i4.2569

Abstract

Compliance with local tax and retribution payments plays a crucial role in increasing Regional Own-Source Revenue (PAD). However, low fiscal literacy and limited effectiveness of existing socialization programs remain major obstacles to achieving optimal revenue targets. This community service program aims to enhance the knowledge and capacity of officers at the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Southeast Sulawesi Province in implementing more effective, persuasive, and adaptive socialization strategies. The methods used include direct observation, interviews, document analysis, material presentation, and interactive discussions. The results indicate that the socialization activities improved officers' understanding of tax literacy concepts, fiscal communication, and technology-based educational strategies. Additionally, the findings reveal that low public literacy, limited use of digital media, and varying public perceptions of fiscal transparency significantly influence taxpayer compliance. This program produced practical educational materials and strategic recommendations that can be sustainably implemented by Bapenda. Overall, the activity contributes positively to strengthening the agency’s internal capacity and refining socialization strategies to enhance taxpayer compliance and support optimal local revenue collection.
Analisis Tren Rasio Likuiditas pada Perusahaan Sub-sektor Processed Foods di Bursa Efek Indonesia Periode 2020–2024 Si Made Ngurah Purnaman
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 19 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v19i1.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tren rasio likuiditas pada perusahaan sub-sektor D22 Processed Foods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024 berdasarkan klasifikasi IDX Industrial Classification (IDX-IC). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain longitudinal. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling terhadap perusahaan yang terdaftar secara konsisten dan memiliki laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tren, analisis gap antarrasio, serta analisis komparatif antarperusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dan quick ratio secara umum berada pada kategori baik dengan rata-rata masing-masing berkisar antara 2,39–2,74 dan 1,79–1,98. Kedua rasio tersebut mengalami peningkatan hingga tahun 2022–2023 sebelum mengalami koreksi pada tahun 2024. Sebaliknya, cash ratio menunjukkan kecenderungan lebih rendah dan berfluktuasi pada kisaran 0,73–0,90 yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas masih terbatas. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan memiliki likuiditas operasional yang memadai, namun perlu meningkatkan pengelolaan kas untuk memperkuat ketahanan keuangan jangka pendek.