Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang berbeda dengan wilayah daratan, seperti paparan angin laut, kelembapan tinggi, dan potensi korosi, yang menuntut pendekatan perancangan arsitektur yang adaptif. Kota Balikpapan sebagai kota pesisir memiliki potensi pengembangan sentra wisata kuliner yang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas komersial, tetapi juga sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip arsitektur pesisir dalam perancangan sentra wisata kuliner di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi preseden arsitektural tanpa observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur pesisir meliputi respon terhadap iklim dan angin laut, orientasi bangunan ke arah laut, penggunaan ruang transisi semi-outdoor, serta pemilihan bentuk, struktur, dan material yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Studi preseden Sydney Fish Market dan Gushan Fish Market memperlihatkan bahwa penerapan prinsip tersebut bersifat kontekstual terhadap kondisi tapak dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip arsitektur pesisir dapat menjadi landasan konseptual yang relevan dalam perancangan sentra wisata kuliner pesisir untuk meningkatkan kenyamanan, kualitas ruang, dan keberlanjutan bangunan. Kata kunci: Arsitektur Pesisir; Sentra Wisata Kuliner; Kawasan Pesisir; Ruang Publik; Kota Balikpapan
Copyrights © 2026